Warga Labalawa Tewas Ditikam – Butonpos
Hukum

Warga Labalawa Tewas Ditikam

ilustrasi

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Hendak berekreasi di Pantai Nirwana bersama rekan-rekannya, La Samuni (28) pulang di Kelurahan Labalawa sudah sudah tidak bernyawa. La Samuni ditikam orang yang tidak dikenal di depan Villa Nirwana Beach sekitar pukul 13.40, Minggu (1/10).

Berdasarkan informasi dari saksi mata Arfah (ibu rumah tangga), kornologis kejadiannya sekitar pukul 10.00 Wita, La Samuni bersama teman-temannya sekitar 10 orang dari Kelurahan Labalawa menuju Pantai Niwana dengan tujuan rekreasi.

Setibanya di pantai, Samuni menempati tempat di bagian utara. Pukul 13.30 Wita, korban dan rekan meninggalkan Pantai Nirwana dan pulang. Dan pukul 13.40 di depan pondok pesantren korban bersama teman-teman dihadang orang tak dikenal kurang lebih 10 orang. Kemudian korban langsung ditikam pada bagian kiri dada.

Sekitar pukul 14.00 Wita, korban dilarikan di Rumah Sakit Palagimata. Namun sungguh sayang, dalam perjalanan korban meninggal dikarenakan kehabisan darah.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan saksi lainnya, Tarmin (26) selaku teman korban yang juga rombongannya ke Pantai Nirwana. Menurut Tarmin mereka pulang bersama korban yang menggunakan sepeda motor RS King berboncengan dengan sang Istri Rusniati (23).

“Secara spesifik saya tidak begitu lihat kejadian penikaman tersebut. Tapi karena melihat di korban dan beberapa teman ditahan oleh sekelompok orang tak dikenal, saya mengejar teman yang lain untuk menginformasikan korban ditahan oleh sekelompok tak dikenal,” imbuh Tamrin pada media ini, kala ditemui di kediaman korban di Labalawa, Minggu malam (01/09).

Pada saat keluar dari pantai lanjutnya, mereka mulai menyadari ada orang yang mengikuti mereka dengan menggunakan jaket merah. Oleh karena itu ia mendahului teman-teman lainnya hingga korban ditahan.

“Ternyata teman-teman sudah ditahan. Saya mau berhenti, tapi saya berpikir tidak akan membantu. Maka saya cari teman-teman yang lain untuk menginformasikan hal ini. Dan di TKP saya melihat dari jauh ada sekelompok orang kurang lebih diatas lima orang dengan mengenggam balok,” jelasnya.

Sementara itu, La Alihuddin selaku mertua korban menuturkan, La Samuni adalah anak bungsu dari enam bersaudara dengan sosok yang baik dalam kehidupan sehari-harinya. Korban sendiri bekerja sebagai kariawan di salah satu perusahan tripleks di Papua.

Prev1 of 2

Click to comment

BERITA POPULER

To Top