Warga Sampolawa Tolak Penambangan Aspal, Minta Cabut Izin Perusahaan – Buton Pos
Suara Buton Selatan

Warga Sampolawa Tolak Penambangan Aspal, Minta Cabut Izin Perusahaan

Warga Sampolawa menggelar aksi unjuk rasa soal keberadaan penambangan aspal di Sampolawa.

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BATAUGA – Sejumlah pemuda dan mahasiswa Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (6/12/2019). Mereka menuntut agar aktifitas penambangan aspal di Sampolawa di tutup, Jumat (6/12/2019)

Tuntutan warga meminta kepada pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan ganti rugi masyarakat atas insiden penabrakan rakit rumput laut dan pembayaran upah pekerja pemecah batu ore aspal dilokasi penampungan Saumulewa.

Meminta perusahaan menghentikan aktivitas produksi secara total. Meminta Pemprov segera mencabut izin usaha penambangan IUP PT Buton Raya Mandiri.

Meminta Pemkab Busel untuk segera merancang Perda RTRW Perda khusus pengelolaan tambang aspal. Meminta Pemkab untuk segera mengambil alih izin usaha pertambangan yang beroperasi diwilayah administrasi Busel.

Warga mendesak jika tuntutan ini tidak diakomodasi mereka mengancam menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi.

Sesuai IUP PT Buton Raya Mandiri mengelola tambang aspal di Desa Sandang Pangan, Kecamatan Sampolawa sebanyak 97, 69 hektar yang sudah beroperasi sejak 17 November 2009 sampai 16 November 2029 atas IUP yang diterbitkan Pemprov Sultra nomor SK 597/2014.

Warga mengeluhkan pihak perusahaan menggunakan jalan umum dalam pengangkutan ore aspal dengan armada truk yang banyak beraktivitas yang Intens dengan jangka waktu cukup lama.

Aktifitas operasional angkutan perusahaan memproduksi debu yang dihirup masyarakat. Dari Desa Sandang Pangan hingga di Pelabuhan pengangkutan pengapalan penambangan Aspal di Pasar Mambulu, Kelurahan Jayabakti, Kecamatan Sampolawa melewati jalan umum.

Camat Sampolawa La Kali mengatakan, pihaknya siap mengawal aspirasi warganya. Pemerintah memastikan berpihak kepada warga. Penambangan Aspal ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi Sultra.

“Saya siap mengawal aspirasi ini. Namun yang jelas pada prinsipnya saya bersama masyarakat Sampolawa. Penambangan Aspal ini kewenangan pemerintah Provinsi Sultra, ” katanya La Kali saat menerima aspirasi warga di Kantor Camat Sampolawa.

Ia juga mengaku wilayah teluk Sampolawa menjadi area budidaya rumput laut.

Massa menggelar konvoi keliling sejumlah wilayah di Kecamatan Sampolawa. Hingga berita ini dirilis aksi unjuk rasa warga masih berlangsung di Kantor Camat Sampolawa. Rencananya masa akan menggelar aksi susulan dihari berikutnya ke Kantor Bupati dan DPRD Busel menyampaikan aspirasinya. (aga)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top