32 Warga Buteng Hidup Dalam Pemasungan, Calon Kadis Kesehatan Ini Tawarkan Solusi – Buton Pos
Suara Buton Tengah

32 Warga Buteng Hidup Dalam Pemasungan, Calon Kadis Kesehatan Ini Tawarkan Solusi

Andi Nursin

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, LABUNGKARI – Keberadaan 32 warga Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang mengalami gangguan kejiwaan berat dan menghabiskan hidupnya dalam pemasungan, menjadi perhatian serius Sekretaris Dinas Sosial, Drs Andy Nursin MSi, yang saat ini mengikuti lelang terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Dinas Kesehatan Kabupaten Buteng.

Bila nantinya lulus seleksi JPTP dan dipercayakan menjadi Kadis Kesehatan, Andy Nursin akan melakukan penanganan khusus terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Buteng, utamanya mereka yang dipasung keluarganya.

Menurutnya, penanganan ODGJ harus dijadikan program utama Dinas Kesehatan yang harus bersinergi dengan berbagai lintas sektor terkait, diantaranya BPJS, Kepolisian, Dinas Sosial, dan Pemkab Buteng sendiri. Komitmen negara untuk bebas pasung ODGJ harus mampu dilaksanakan Pemkab Buteng melalui lintas sektor tersebut.

“Kita akan dorong penanganan pasung ODGJ dari berbagai aspek. Integrited program itu hal utama, sambil upaya kuratif bagi penderita gangguan jiwa berat. Lebih penting lagi adalah upaya promotif dan preventif serta rehabilitatif dengan berbasis masyarakat yang menjadikan keluarga sebagai subyek dan obyek pembangunan kesehatan,” tulis Andy Nursin melalui pesan Whatsapp.

Upaya tersebut, kata dia, akan sejalan dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) sesuai Permenkes Nomor 39 Tahun 2016. “Kita akan tarik benang merah dari persoalan ODGJ ini secara lintas sektor. Kita perkuat pola hidup sehat, pemberdayaan ekonomi, lapangan kerja, bantuan modal dan lain-lain,” tandasnya.

Dengan begitu, PISPK akan menjadi Gatekeeper atau penyeleksi informasi dari sebuah upaya untuk pelayanan sesuai standar minimum kesehatan dengan pendekatan keluarga. “Ini menjadi harapan saya jika hasil lelang jabatan Kadis Kesehatan Kabupaten Buteng dipercayakan kepada saya,” kata Andy Nursin.

Dalam penanganan ODGJ di Kabupaten Buteng, peran puskesmas harus didorong maksimal dengan melengkapi sarana dan prasarananya, sumber daya manusia (SDM)-nya, dan mutu pelayanannya. Bahkan, dengan pengalamannya dalam menerapkan konsep pertanian di lahan gersang selama ini, Andy Nursin akan memanfaatkannya dengan memperbanyak tanaman obat-obatan herbaldengan sistim hidroponik di setiap puskesmas, polindes, posyandu, rumah-rumah kader PKK, dan Dasawisma.

“Hijaukan setiap halaman rumah warga, biar warga punya banyak waktu untuk mengurus hal-hal yang bermanfaat untuk kesehatan, tidak nganggur, dan punya penghasilan keluarga. Minimal buat dikonsumsi sendiri dan jauh dari konsumsi buah yang sekarang ini kebanyakan dipaksakan matang dengan penggunaan unsur-unsur kimia yang kurang baik untuk kesehatan,” paparnya.

Pria asal Kecamatan Mawasangka ini menilai, gangguan kejiwaan faktor awalnya karena kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran, termasuk karena asupan gizi yang kurang. Sehingga fisik menjadi lemah dan mudah terkena penyakit, termasuk sakit jiwa.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top