67 Pelamar P3K Dinyatakan Lulus Berkas, 44 Gugur – Buton Pos
Suara Muna

67 Pelamar P3K Dinyatakan Lulus Berkas, 44 Gugur

BUTONPOS.COM, MUNA BARAT – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muna Barat (Mubar) telah mengumumkan berkas pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Menurut pihak BKD, berkas tersebut diambil dari hasil verifikasi panitia seleksi nasional (Panselnas)

Dari 111 pelamar, hanya 67 orang yang dinyatakan lulus berkas, 44 orang gugur. Artinya, mereka yang gugur tidak bisa ikut seleksi P3K.

Mereka yang tidak lulus berkas mendatangi kantor BKD Mubar, yang dipimpin Rosma Sari La Ute, Kamis (21/2). Kedatangan para honorer kategori dua (K2) ini untuk menanyakan alasan sehingga berkas lamaran mereka ditolak. Padahal saat mendaftar, mereka juga melengkapi semua persyaratan administrasi yang dibutuhkan.

“Kedatangan kami disini (untuk) menanyakan kenapa berkas kami ditolak saat melamar P3K. Sementara kami ini mengurus secara bersama-sama dengan bentuk berkas yang sama. Semua persyaratan itu kita penuhi. Tapi anehnya, hanya sebagian yang dinyatakan lulus berkas,” keluh salah seorang honorer K2 yang enggan identitasnya dikorankan.

Kata dia, semua honorer tersebut sudah terdaftar sejak dari Kabupaten Muna, hanya saja lokasi kerja atau tempat honor masuk wilayah Mubar. “Kami ini semua honorer yang terdata dari Kabupaten Muna. Hanya saja terasa aneh jika hanya diakui sebagian saja,” katanya.

Ternyata masalahnya sehingga tidak lulus berkas akibat terjadi tumpang tindih administrasi. Sekretaris BKD Mubar, Eko Sudiyanto memaparkan, ada tiga hal yang membuat berkas honorer tersebut menjadi gugur, yakni nomor induk kependudukan (NIK) mereka masih tercatat sebagai honorer Kabupaten Muna.

Kemudian, belum ada penyerahan dari tenaga honorer Kabupaten Muna menjadi honorer Kabupaten Mubar. Sehingga sampai sekarang mereka masih tercatat sebagai honorer Kabupaten Muna, meskipun wilayah kerja mereka sudah masuk Mubar.

“Masalah lain, kemungkinan peralihan status dari tenaga honorer administrasi menjadi honorer tanaga kependidikan. Jadi tiga masalah ini yang menjadi kendala sebagian para pelamar P3K gugur berkas,” ungkap Eko Yudianto.

Mirisnya, Panselnas tidak mengumumkan ketiga masalah tersebut bagi pelamar yang tidak lulus berkas. Tidak disebutkan masalah apa yang ditemui bagi pelamar menjadi gugur berkas. Kondisi ini membingungkan para peserta termasuk pihak BKD untuk mengetahui kegagalan berkas mereka ketika mendaftar.

“Saya sendiri binggung dimana masalahnya. Namun kalau saya pelajari, tiga hal itu menjadi faktor penentu ketidaklulusan berkas bagi pelamar P3K. Kami juga hanya menerima nama-nama yang dikeluarkan oleh Panselnas,” akunya.

Namun demikian, Eko berjanji akan menyelesaikan kendala yang ditemui para honorer K2 itu, termasuk menuntaskan pengalihan status dari tenaga honorer Kabupaten Muna, menjadi tenaga honorer Kabupaten Mubar.

“Penerimaan P3K ini kan baru tahap pertama. Jadi sebelum penerimaan tahap kedua, kita akan selesaikan semua masalah yang ada. Termasuk pengalihan status dari tenaga honorer Kabupaten Muna, menjadi tenaga honorer yang terdaftar di Mubar. Mubar saat ini tidak memiliki data tenaga honorer K2, yang memiliki data honorer K2 hanya Muna,” pungkasnya. (p5)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top