Dermaga Apung tak Miliki AMDAL, DPRD Baubau Merasa Kecolongan – Buton Pos
Metro Baubau

Dermaga Apung tak Miliki AMDAL, DPRD Baubau Merasa Kecolongan

RAMAI: Dermaga apung yang menjadi titik labu kapal yarch ramai dikunjungi warga. FOTO: MURDIN/BUTON POS

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Proyek pengerjaan jembatan apung kapal Yacht senilai Rp 592.956.000 terus mendapat sorotan. Terkini, sorotan datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau. DPRD menegaskan jika pekerjaan dermaga tersebut belum mengantongi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Legislator dari Partai Hanura, Fajar Ishak mengatakan, sampai hari ini dewan tidak pernah membahas anggaran pembuatan dokumen Feasibility Study (studi kelayakan) dan AMDAL untuk proyek pembangunan titik labuh kapal Yacht di Kelurahan Kodolomoko itu.

“Dewan mengstahui, boleh dibilang kami telah kecolongan,” kata calon legislator DPRD Sultra itu kepada media, Jumat (13/9).

Menurut Wakil Ketua DPD Hanura Sultra ini, setiap kegiatan yang sumber anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) secara otomatis telah dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung. Semisal dokumen FS dan AMDAL.

“Setelah kami cek kembali dokumen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019 ternyata tidak ada (dokumen FS dan AMDAL). Saya pribadi mengakui pada saat pembahasan RAPBD 2019 tidak sempat menelaah rancangan APBD untuk dinas pariwisata,” beber Fajar Ishak.

Mantan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Baubau ini menambahkan, waktu yang sangat mepet menjadi salah satu kendala saat pembahasan RAPBD 2019 lalu. Untuk menelaah pada tingkatan komisi, waktunya hanya satu hari ditambah sehari gabungan komisi. Selain itu, dinas pariwisata bukan merupakan mitra dari komisi II tempat dia bergabung.

“Jadi totalnya hanya dua hari untuk menelaah dokumen RAPBD sejumlah 7 buku yang sangat tebal. Saya meminta kegiatan tersebut dihentikan dulu, nanti clear dokumen pendukungnya baru dilanjutkan lagi. Dan jika ada indikasi kongkalikong dalam proyek pembangunan titik labuh kapal yacth tersebut maka sebaiknya pihak kejaksaan mulai melakukan penyelidikan,” tegas Fajar Ishak.

Amatan koran ini, di papan proyek pembangunan dermaga titik labu kapal yacth sudah sudah ada pengumuman bahwa proyek tersebut sudah dipending oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Baubau selaku Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Sebelumnya pembangunan dermaga tersebut mendapat sorotan juga dari Isa Ansari. Bahkan Isa Ansari mempertanyakan kinerja Kejari Baubau selaku TP4D. “Dimana kinerja Kejari Baubau selaku TP4D dalam kegiatan itu. Harusnya Kejari Baubau memberikan pertimbangan hukum atas pelanggaran dalam kegiatan itu. Jangan ada kesan pembiaran,” papar Isa.

Menanggapi hali itu, Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Baubau, Ruslan SH tidak membatah jika pihaknya terlibat sebagai TP4D. Hanya saja, keterlibatan sebagai TP4D sebatas pelaksanaan pekerjaan.

“Kita diminta hanya pada proses pelaksanaan pekerjaan. Tidak dilibatkan sejak awal, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga proses lelang. Jadi TP4D kami hanya pada fisik pekerjaan,” jelas Ruslan dikonfirmasi di kantor Kejari Baubau, Rabu (11/9).

Menurut Ruslan, selama menjadi TP4D untuk wilayah Kota Baubau, pihaknya hanya diminta pada proses pekerjaan. Meski begitu, dalam tahap sosialisasi TP4D sejak tahun 2016, pihaknya sudah memberikan penjelasan terkait tingkat keterlibatan TP4D.

Lebih lanjut Ruslan memaparkan, dalam TP4D pemerintah dalam hal ini Pemkot Baubau terlebih dahulu melayangkan surat permintaan. Baru kemudian kejaksaan membalas surat tersebut.

“Jadi sebelum kami terima untuk menjadi TP4D, kita sudah tanyakan terlebih dahulu terkait semua kelengkapan dokumen. Dan menurut mereka, semuanya lengkap, termaksud dokumen AMDAL,” jelasnya.

Olehnya itu, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian dengan meminta dokumen-dokumen, baik itu pada dinas Pariwisata maupun dinas PU berkaitan dengan rencana pembagunan jalan bay pass pada titik lokasi yang sama.

“TP4D jangan dijadikan bamper. Kita bisa saja tarik diri. Jadi TP4D kami hanya sebatas pelaksanaan pekerjaan. Apakah sudah sesuai RAB dan spesifikasi,” elak Ruslan. (p5)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top