Pesona ‘Tuturangiana Andala’ Dikhawatirkan Meredup – Buton Pos
Metro Baubau

Pesona ‘Tuturangiana Andala’ Dikhawatirkan Meredup

KEGIATAN ADAT: Seremoni Pesona Tuturangiana Andala di Pulau Makasar, kemarin. FOTO: TEXANDI/BUTON POS

BUTONPOS.COM, BAUBAU-Ritual Tuturangiana Andala kembali dilaksanakan masyarakat Pulau Makasar (Puma) Kecamatan Kokalukuna, Senin (14/10) kemarin. Sayangnya, tradisi tahunan ini dirasa belum cukup semarak.

Ritual masyarakat Puma sejak abad 18 Masehi ini masuk dalam rangkaian Festival Pesona Kota Tua Kesultanan Buton tahun ini. Festival Kesultanan Buton notabene juga untuk pertama kali masuk 100 hari kalender Kementerian Pariwisata.

Ritual memberi makan sesajen empat penjuru penguasa laut ini dipercaya masyarakat setempat sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan Rahmat Allah SWT sekaligus munajat dibukakan pintu-pintu rezeki untuk pelaut. Disisi lain, ritual ini juga melahirkan stigma atau pandangan negatif dari pihak tertentu.

Meski diisi dengan doa-doa seperti saat sebelum ritual dimulai, warga membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Namun, tetap saja ada kalangan yang menganggapnya berbau syirik atau menduakan Tuhan.

Berkaitan stigma itu, Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menyarankan agar pelaksanaan Tuturangiana Andala tidak berbenturan dengan waktu ibadah wajib umat Islam. Bagaimana tidak, prosesi ritual yang dimulai sekitar pukul 14.00 Wita kerap berpapasan dengan salat Ashar.

“Mari kita geser waktunya agar tidak bertabrakan dengan salat. Karena ketika hari ini orang salat, lalu kita di sini, maka kita tidak bisa melarang orang untuk mengatakan apa saja,” ujar Monianse saat memberikan sambutan pesona Tuturangiana Andala, kemarin.

Namun, kata dia, pada prinsipnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mendukung setiap kegiatan tradisi. Hal ini sesuai dengan visi misi maju, sejahtera dan berbudaya.

“Bagaimana kita bisa menjadikan ini sebagai sesuatu yang bisa menarik wisatawan, kalau kita sendiri tidak merasa tertarik dengan apa yang kita lakukan ini,” tandas Ketua DPC PDI-P Kota Baubau ini.(exa)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top