Waspadalah, 70 Persen Orang Tidak Sadar Sudah Terkena Diabetes – Buton Pos
Nasional

Waspadalah, 70 Persen Orang Tidak Sadar Sudah Terkena Diabetes

ilustrasi

Banyaknya variasi kuliner manis dan berkalori tinggi terkadang membuat mereka yang tergoda dengan kenikmatannya melupakan bahaya diabetes yang mengintai. Akibatnya, obesitas dan gula darah mereka menjadi tak terkendali tanpa mereka sadari.

Para ahli mengajak masyarakat untuk lebih sadar dengan pola hidup sehat rendah gula. Dalam rangka Hari Diabetes Sedunia 2019, para ahli mengedukasi masyarakat mengenai penanganan pasien diabetes di Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Prof. Dr. Agung Pranoto, MKes, Sp.PD, KEMD menjelaskan banyak pasien datang pada dokter ketika sudah dalam keadaan terkena penyakit komplikasi diabetes. Misalnya pasien sakit jantung dan stroke, mereka tak sadar selama ini gula darahnya sudah tinggi.

“Dari tiga orang yang disasar, yang ketahuan diabetes itu hanya satu. Artinya yang dua lainnya masih jalan-jalan di mal sambil makan makanan manis. Jadi ada 70 persen yang nggak sadar kena diabetes,” katanya dalam diskusi di Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Senin (11/11).

 

Mengapa Bisa Tak Sadar ?

 

Diabetes memberikan gejala simtomatik dan asimtomatik alias tanpa gejala. Gejala paling umum dari pasien diabetes adalah sering haus, sering lapar, sering buang air kecil dan berat badan turun.

“Yang gula darahnya sudah 300-400 itu sudah tinggi sekali, tapi tak menyadari dirinya sudah diabetes. Apalagi yang prediabetes yang angkanya masih di bawah itu. Malah banyak yang senang, wah minum banyak berarti sehat, sering pipis berarti sehat. Lalu berat badan turun dietnya berhasil. Eh tak sadar ternyata itu diabetes,” tukasnya.

Agung menuturkan, 70 persen orang yang tak sadar terkena diabetes tersebut justru baru sadar saat mereka sudah mengalami gejala atau komplikasi penyakit lainnya. Misalnya ketika seseorang sudah terkena stroke dan sakit jantung atau gagal ginjal.

“Pernah saya temukan pasien stroke di UGD atau serangan jantung. Saya tanya, bapak gulanya 600 sudah sejak kapam sakit gula? Eh si pasien malah jawab ‘saya enggak pernah diabetes dok’. Artinya kan pasien selama ini tak tahu dirinya diabetes,” jelasnya.

Karenanya, Persadia mendorong dilakukannya screening di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan primer pada orang-orang dengan risiko diabetes. Misalnya bagi mereka yang obesitas dan juga dengan keturunan diabetes di keluarganya.

“Orang itu kalau belum sakit nggak akan ke dokter. Kepala sudah cekot-cekot baru deh ke dokter, lalu ternyata diabetes. Siapa saja yang berisiko harus di-screening, misalnya orang kolesterol tinggi, orang obesitas, dan orang yang keluarganya sakit diabetes,” kata Agung.

Di Indonesia, hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes mengalami kenaikan dalam 5 tahun terakhir dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen; sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang. Salah satu penyebabnya adalah minimnya kesadaran masyarakat akan penyakit ini dan upaya pencegahan serta penanggulangannya. Maka dari itu, dibutuhkan edukasi yang tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.(jawapos.com)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top