Abdul Rahman: 125 Poin Menuju KLA

  • Bagikan
Abdul Rahman

BUTONPOS.KADIS Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Baubau, Abdul Rahman menerangkan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak adalah pemenuhan Kota Layak Anak (KLA).

“Kita menjamin seluruh kelurahan ramah perempuan dan peduli pada anak, utamanya di Kota Baubau,” ujarnya di kantornya, Rabu (8/5) lalu.

Dikatakan, ketika kita ramah perempuan dan peduli anak, dibuktikan dengan keterlibatan perempuan dalam organisasi kelembagaan di kelurahan. Wujudnya antara lain, kekerasan terhadap mereka berkurang di Kota Baubau.

“Kita berharap begitu juga dengan anak, ada pelibatan di forum-forum, seperti forum anak di kelurahan. Itu juga merupakan wujud dari upaya kita supaya anak-anak berpartisipasi dalam hal kebebasan anak berpendapat dijamin di forum anak ditingkat kelurahan, juga ada ditingkat kota. Jadi, melalui kegiatan yang dilaksanakan mewujudkan kelurahan ramah perempuan dan peduli anak bisa mendukung KLA,” paparnya.

Rahman mengupayakan tahun ini, insyaallah bisa mewujudkan Baubau sebagai kota layak anak. “Apa KLA? Pada prinsipnya kota itu memiliki kebijakan dan perencanannya yang peduli pada kepentingan anak. Empat hal terkait perlindungan anak, bagaimana hak hidup, tumbuh kembang anak, perlindungan anak, dan pelibatan anak,” terangnya.

Saat ini Baubau bearada pada poin 375, munis 125 menuju Kota Layak Anak, apakah tahun ini bisa dicapai? “Insyaallah bisa dicapai dengan kepemimpinan Pak Dr Rasman Manafi MSi beliau selalu menekankan kita Baubau bekerja bersama, dan semua penanggungjawab-penanggungjawab pemenuhan klaster-klaster penilaian di kantor penilaian di KLA Kota Baubau, utamanya dinas-dinas penanggungjawab mereka cukup antusias dan mendukung Baubau sebagai KLA insyaallah bisa kita capai,” jawabnya.

Tentang hal strategis yang ditempuh untuk mempercepat capaian KLA, Rahman mengaku pihaknya masih menginput, data dan dokumen terkait indikator tadi. “Sudah seberapa besar misalnya kelembagaan kita, salah satunya Perda yang sudah mulai dirumuskan tahun ini, tentang Kota Layak Anak, tentang rokok, kawasan tanpa rokok sudah ada,” ujarnya.

  • Bagikan