Anaknya Sakit Jantung, Ayah di Baubau Rencana Jual Ginjal Karena Tak Punya Biaya

  • Bagikan
Suryadi, seorang ayah yang berencana jual ginjal demi biaya operasi sang anak yang menderita penyakit jantung. (Foto Darno Ufatma)
Suryadi, seorang ayah yang berencana jual ginjal demi biaya operasi sang anak yang menderita penyakit jantung. (Foto Darno Ufatma)

PUBLIKSATU, BAUBAU – Suryadi, seorang ayah di Kota Baubau, berencana akan menjual ginjalnya. Hal itu dilakukan untuk membiayai operasi anaknya yang menderita penyakit jantung bocor.

Suryadi yang berprofesi sebagai Buruh Harian Lepas ini mengaku kebingungan mencari biaya untuk pengobatan anaknya yang berkisar ratusan juta rupiah. Sementara jadwal operasi anaknya MSAA (inisial) sudah tidak lama lagi.

Bocah malang yang baru berusia 1 tahun 4 bulan itu mengalami penyakit jantung sejak usianya baru 8 bulan. Putra ketiga dari pasangan Suryadi dan Wa Ode Eva Islamiahini dijadwalkan akan melakukan operasi keduanya pada Februari 2023 mendatang, sedangkan biaya yang dibutuhkan belum mereka dapatkan yang jumlahnya diperkirakan kurang lebih 250 juta rupiah. Syaid diketahui telah menjalani operasi pertamanya pada 18 Agustus 2022 lalu di Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta.

“Memang dari operasi pertama sudah berbagai macam cara dan apa yang saya punya sudah saya korbankan dan untuk keberangkatan yang kedua ini makanya ada statemen saya mau jual ginjal itu karena memang saya kehabisan cara dan apabila saya tidak punya biasa di saat bulan dua nanti andai kata ada yang bersedia membeli ginjal saya ikhlas menjual ginjal saya buat kesembuhan anak saya untuk biaya berobat keberangkatan anak saya ke Jakarta,” ungkapnya saat ditemui media ini di kediamannya di Lorong Batavia, Kelurahan Bone-bone, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau.

Suryadi mengatakan sebelumnya anaknya telah dioperasi dengan dibuatkan saluran ke paru-paru, namun untuk operasi kedua nanti diperkirakan akan ada pemasangan ring di jantung putra bungsunya tersebut.

“Anak saya penyakit jantung bocor dan penyempitan saluran ke paru-paru,” terangnya.

Biaya dibutuhkan untuk operasi kedua diperkirakan mencapai Rp 250 juta. Anggaran tersebut bisa berasal dari biaya alat ataupun obat yang ditanggung oleh orang tua pasien.

“Itu yang membuat saya pribadi agak sedikit cemas dan takut karena dari pihak rumah sakit memang sekarang apapun obat atau alat yang dibutuhkan oleh pasien sudah dibebankan kepada orang tua,” bebernya.

  • Bagikan